class='post-footer-line post-footer-line-3'/>

Senin, 03 Desember 2012

RAMALAN KEMUNCULAN KALKI AWATARA

Ramalan Kemunculan Kalki

Kitab Weda meramalkan avatara Wishnu yang kesepuluh, Kalki, yang akan muncul pada akhir Kali Yuga.

Ramalan tentang kemunculan Kalki avatara, yang sering disebut sebagai avatara kesepuluh Sri Wishnu. Kalki avatara diramalkan akan muncul pada akhir jaman Kali Yuga, yang akan mengawali pergantian memasuki jaman baru, yaitu jaman Satya Yuga.

Konsep Waktu dalam Weda
Sebelum itu, marilah kita telaah terlebih dahulu kosep waktu (kala) menurut
Weda. Dalam Bhagavad-gita 11.23, Sri Krishna menyatakan :
kalo ‘smi loka-ksayakrt
“ Aku adalah waktu, Penghancur besar dunia-dunia”.

Berbeda dengan konsep waktu di negara-negara Barat yang bersifat linier (garis lurus), kitab-kitab Weda memandang realita alam semesta ini dari sudut pandang perputaran atau siklus waktu yang disebut yuga.

Fakta sejarah yang kita alami saat ini hanyalah salah satu bagian dari keseluruhan siklus waktu semesta yang berjalan secara kekal abadi yang dikenal dengan sebutan kala.

Peristiwa-peristiwa alam disekitar kita memberikan isyarat pembenaran terhadap adanya siklus waktu dalam Weda tersebut.
Lihatlah, musim-musim datang secara berulang : hadirnya musim semi, musim panas, musim gugur, musim dingin, diikuti dengan hadirnya kembali musim semi, musim panas, dan seterusnya.

Hari-hari dalam seminggu datang berulang : Minggu, Senin….Sabtu,…lalu Minggu, Senin…kembali. Siang hari digantikan oleh malam hari…yang disusul dengan hadirnya siang hari kembali.
Bukankah jarum-jarum jam tidak berhenti bergerak setelah semua jarumnya menunjuk angka 12?

Semua itu adalah bagian kecil dari siklus yang lebih besar.

Kalki Avatara, bersenjatakan pedang dan menunggang kuda putih.

Sebaliknya, konsep waktu dalam ilmu pengetahuan modern bersifat linier atau berupa garis lurus.
Dalam konsep mereka, alam semesta ini tercipta, makhluk lain tercipta, muncullah/diciptakanlah manusia, manusia mencapai pembebasan, lalu alam semesta dileburkan. Titik!

Mereka tidak memiliki informasi atau pengetahuan, misalnya, tentang apakah sebelum penciptaan alam semesta yang sekarang, pernah terjadi penciptaan sebelumnya?

Apa yang terjadi setelah dunia ini kiamat, akankah ada penciptaan selanjutnya?

Apa yang terjadi pada diri para makhluk hidup setelah dunia ini kiamat, bukankah roh tidak pernah meninggal?

Kemana perginya roh-roh makhluk hidup itu?

Jawabannya : Allah hu alam. “Hanya Allah yang Tahu”.


Menurut Weda, penciptaan, pemeliharaan, dan peleburan alam semesta material ini terjadi secara terus menerus dalam siklus waktu tertentu.

Salah satu siklus waktu atau jaman itu disebut divya-yuga (Rosen, 2002).

Ayat-ayat Weda menguraikan secara rinci, umur atau lamanya masing-masing jaman itu.
Masing-masing divya-yuga terdiri dari empat jaman (catur yuga) yang umurnya semakin menyusut :
  • Satya-yuga (disebut pula Krta-Yuga) berlangsung selama 1.728.000 tahun;
  • Treta-yuga berlangsung selama 1.296.000 tahun;
  • Dvapara-yuga selama 864.000 tahun; dan
  • Kali-yuga, jaman kita sekarang ini, akan berlangsung selama 432.000 tahun.

Keempat jaman itu, sesuai sifat-sifatnya masing-masing, kadang dinamai sebagai jaman emas, jaman perak, jaman tembaga, dan jaman besi.

Setelah berakhirnya Kali-yuga, akan terjadi peleburan (pralaya atau kiamat), yang kemudian disusul dengan hadirnya kembali Satya Yuga, diikuti oleh Treta-yuga, Dvapara-yuga, dan seterusnya.

Disebutkan bahwa sifat-sifat spiritual, moralitas, dan kesalehan manusia semakin merosot dari jaman ke jaman.

Menurut Prof. N. S. Rajaram (1999), berdasarkan perhitungan para ahli Jyothi shastra (ilmu perbintangan Weda), jaman Kali Yuga mulai pada tahun 3102 Sebelum Masehi, bersamaan dengan berakhirnya lila (kegiatan rohani) Sri Krishna di muka bumi ini.

Dengan demikian, sampai dengan tahun 2008 Masehi ini, Kali Yuga telah berlangsung selama 5110 tahun (diperoleh dengan menambahkan angka 3102 dengan 2005).

Angka 5110 ini (ada pula yang mencantumkan 5109 atau 5111) dengan mudah dapat kita jumpai pada salah satu sudut atas kalender-kalender Bali. Hal ini menunjukkan bahwa angka penanggalan tahun Kali tersebut telah diterima dan diakui kebenarannya oleh para penyusun kalender Bali.

Saat ini kita berada dalam jaman Kali, atau yang sering dikenal sebagai jaman besi.

Besi adalah logam yang keras, yang mudah menjadi karatan atau korosi.
Sering pula orang menyebut jaman ini jaman edan.
Menariknya, sifat-sifat serta ciri-ciri jaman penuh pertengkaran dan kemunafikan ini telah diramalkan sebelumnya dalam kitab Bhagavata Purana (1.1.10) sebagai berikut :

präyeëälpäyuñaù sabhya
kaläv asmin yuge janäù
mandäù sumanda-matayo
manda-bhägyä hy upadrutäù

“Wahai orang-orang yang terpelajar,
dalam jaman Kali, atau jaman besi,
umur manusia sangat pendek. Mereka
suka bertengkar, malas, mudah
disesatkan (salah pimpin), bernasib
malang, dan diatas segala-galanya,
mereka selalu gelisah.”

Masih perlukah kita ragukan kebenaran ramalan tersebut?
Mari kita telaah bersama. Disebutkan, dalam jaman Kali ini manusia berumur pendek. Paling banter hanya mencapai usia seratus tahun, kebanyakan mati muda.

Kita boleh bangga dengan kemajuan ilmu kedokteran, tapi nyatanya rata-rata manusia hanya berumur 60 atau 70 tahun.
Bandingkan dengan kakek nenek kita yang usianya jauh lebih panjang.
Anehnya, semakin canggih ilmu kedokteran, semakin bermunculan jenis penyakit aneh yang sulit disembuhkan.
Dulu, paling banter orang hanya terkena penyakit beri-beri, busung lapar, raja singa (maaf) atau rematik.

Sekarang ada HIV/AIDS, jantung koroner, flu burung, stroke, hipertensi, dan sebagainya, yang menjadi penyakitpenyakit yang menjadi pembunuh ribuan orang setiap tahunnya.

Hebatnya, obat untuk penyakit tertentu, menghasilkan penyakit baru yang tak kalah ganasnya.
Kecerdasan dan daya ingat manusia juga merosot tajam.
Saat ini, manusia sangat bergantung kepada kalkulator, komputer, PDA, atau alat-alat digital lainnya.
Dulu, kakek nenek kita hanya menggunakan batu tulis untuk mencatat semua pelajaran yang diterimanya di sekolah.
Anehnya, mereka bisa mengingat dan memahami materi pelajaran dengan baik, walaupun setiap saat tulisan itu harus dihapus, karena batu tulis itu digunakan untuk mencatat materi-materi selanjutnya. Ini baru satu dua generasi di atas kita.
Dulu, orang belajar dan hafal Weda hanya dengan cara mendengar dari seorang guru.

Manusia jaman Kali juga sangat malas dan lamban dalam mengerti serta memahami nilai-nilai kerohanian.
Sangat jarang yang tertarik pada hal-hal yang sifatnya spiritual.

Kata “mandah” berarti lamban atau malas, bahwa orang-orang pada jaman Kali sangat malas untuk mengerti kerohanian, sebaliknya, sangat lincah dalam mengejar dan memburu keduniawian.

Ciri lainnya, jaman Kali dipenuhi oleh kekalutan dan pertengkaran.
Orang sangat mudah berselisih paham, bertengkar, dan bermusuhan, lalu saling bunuh, hanya karena hal-hal sepele.
Hanya karena berebut ladang minyak, Amerika yang identik dengan Kristen, menyerang negara-negara Arab yang kaya minyak, yang identik dengan Islam. Lalu, perebutan ladang minyak itu seolah-olah menjadi perang antar agama, perang di jalan Tuhan!

Kemajuan teknologi saat ini telah sangat membantu manusia dalam mengeksploitasi sumber daya alam ataupun mengeksploitasi sesama manusia. Anehnya, manusia masih jauh dari kata damai, ataupun tentram, pikiran mereka masih selalu gelisah.

Seiring dengan semakin tuanya jaman Kali, kemorosotan moral manusia akan semakin bertambah.
Manusia semakin lupa dengan tujuan kehidupannya yang sejati , terbuai sepenuhnya oleh kegiatan guna memuaskan nafsu.

Tuhan akan semakin jauh dari kehidupan manusia, institusi agama hanya dijadikan kedok untuk mencari keuntungan-keuntungan duniawi.
Nilai-nilai spiritual akan semakin ditinggalkan, manusia akan semakin congkak dan merasa tidak membutuhkan keberadaan Tuhan lagi.
Kemajuan bidang teknologi akan disertai dengan semakin lunturnya moralitas manusia, yang saat inipun telah dapat kita lihat dan buktikan sendiri pengaruhnya.

Menurut Bhagavata Purana, setelah berakhirnya masa keemasan gerakan Sankirtan Sri Caitanya Mahaprabhu yang akan berlangsung selama 10.000 tahun mendatang, kemerosotan jaman Kali akan semakin menjadi-jadi.

Sifat-sifat alam yang rendah akan mendominasi, manusia semakin tidak mengenal Tuhan. Orangorang suci, orang-orang yang taat kepada Tuhan akan sangat langka, dan menjadi sesuatu yang asing bagi masyarakat umum, mereka akan disakiti, diburu seperti binatang ditengah kota.
Orang-orang suci terpaksa harus mengasingkan diri ke hutan, bersembunyi dalam goa-goa di pegunungan, atau seolah menghilang dari muka bumi, demi keselamatan diri mereka.

Dalam berbagai bagian kitab Bhagavata Purana disebutkan bahwa dalam situasi yang sudah sangat merosot seperti itu, Tuhan akan menjelma sebagai Kalki avatara.
Beliau akan muncul untuk menghancurkan manusia-manusia jahat yang sudah tidak bisa lagi dinasehati lewat kata-kata.

Kemunculan Kalki avatara telah diramalkan dalam banyak kitab-kitab Weda. Dalam Bhagavata Purana (1.3.25) ramalan kemunculan Kalki avatara diuraikan setelah penyebutan ramalan kemunculan Buddha Gautama.

Kalki avatara adalah avatara Tuhan keduapuluh empat atau avatara yang terakhir untuk yuga saat ini. Namun umumnya, orang hanya mengenal 10 avatara utama (dasa avatara) dari dua puluh empat avatara yang diuraikan dalam Bhagavata Purana, dan Kalki adalah avatara Wishnu yang kesepuluh.

athäsau yuga-sandhyäyäà
dasyu-präyeñu räjasu
janitä viñëu-yaçaso
nämnä kalkir jagat-patiù

“Setelah itu, menjelang pergantian
dua yuga (Kali Yuga dan Satya
Yuga), Tuhan Pencipta alam semesta
akan menjelma sebagai Kalki dan
menjadi putra Vishnuyasha. Pada
waktu itu, para penguasa di bumi
ini telah merosot menjadi perampas
semata.”

Selain itu, Bhagavata Purana 12.2.28 menyebut sebuah tempat bernama Shambhala, yang akan menjadi tempat kemunculan Kalki sebagai putra Vishnuyasha.

çambhala-gräma-mukhyasya
brähmaëasya mahätmanaù
bhavane viñëuyaçasaù
kalkiù prädurbhaviñyati

“Tuhan Kalki akan muncul dalam
keluarga seorang brahmana
terkemuka, roh yang mulia bernama
Vishnuyasha, di desa Shambhala”.

Sloka di atas meramalkan tempat kelahiran dan dalam keluarga mana Kalki akan dilahirkan. Beliau akan terlahir dalam keluarga brahmana yang berkualifikasi.

Hal ini berarti bahwa meskipun jaman Kali sedemikian merosotnya, masih akan ada keluarga keturunan brahmana yang mampu bertahan dengan sifat-sifat
kebrahmanaan sejati, yang akan menjadi leluhur atau garis keturunan Kalki.

Meskipun saat ini kita belum tahu pasti di mana keberadaan keluarga brahmana ini, tapi jelaslah bahwa dari keturunan brahmana sejati inilah nantinya Kalki akan dilahirkan.

Saat ini, tak seorangpun yang tahu pasti, di mana desa bernama Shambhala ini berada. Ada yang berpendapat bahwa tempat itu belum ada, ada pula yang beranggapan bahwa desa itu telah ada, namun keberadaannya masih terselubung.

Latar Belakang Munculnya Kalki

Dalam Bhagavata Purana 2.7.38 disebutkan pula ciri-ciri perilaku manusia yang melatarbelakangi kemunculan Kalki.

yarhy älayeñv api satäà na hareù kathäù syuù
päñaëòino dvija-janä våñalä nådeväù
svähä svadhä vañaò iti sma giro na yatra
çästä bhaviñyati kaler bhagavän yugänte

“Pada akhir jaman Kali, ketika tidak ada lagi mata pembicaraan tentang Tuhan, bahkan ditempat tinggal orang-orang yang menyebut dirinya orang suci, ataupun di tempat-tempat orang terhormat dari tiga golongan tertinggi, dan ketika kekuasaan pemerintahan di pindahkan ke tangan-tangan para mentri yang dipilih dari para sudra atau yang lebih rendah dari itu, ketika tata cara pelaksaan korban suci tak diketahui lagi bahkan lewat kata-kata sekalipun, pada waktu itulah, Tuhan akan menjelma menjadi penghukum yang perkasa”.

Menurut Stephen Knapp (2003), dalam Agni Purana (16.7 - 9) juga terdapat penjelasan bahwa pada saat golongan non - aryan yang berkedok sebagai raja mulai membunuhi orang-orang yang taat kepada Tuhan dan menyantap daging manusia, Kalki, sebagai putra Vishnuyasha, dan Yajnavalkya yang merupakan guru dan pendeta bagi Kalki, dan dengan senjata kebrahmanaannya, akan muncul untuk menghancurkan orang-orang jahat.

Kalki akan menegakkan hukum-hukum moral dalam bentuk keempat varna. Setelah itu, masyarakat manusia akan hidup kembali dalam kebajikan.

Bahwa Kalki akan muncul dengan menunggang kuda putih dan bersenjatakan pedang untuk menghancurkan raja-raja yang jahat pada akhir Kali Yuga nanti, dijelaskan dalam Bhagavata Purana (12.2.19-20) sebagai berikut :

açvam äçu-gam äruhya
devadattaà jagat-patiù
asinäsädhu-damanam
añöaiçvarya-guëänvitaù
vicarann äçunä kñauëyäà
hayenäpratima-dyutiù
nåpa-liìga-cchado dasyün
koöiço nihaniñyati

“Kalki, Tuhan bagi alam semesta,
akan mengendarai kuda putihnya yang bernama Devadatta,
dan dengan pedang di tangan,
Beliau mengembara keseluruh muka bumi memperlihatkan delapan jenis kesaktian bhatin-Nya dan delapan sifat ketuhanan yang dimiliki-Nya.
Dengan cahaya yang berkilauan dan mengendari kuda dengan kecepatan tinggi,
Beliau akan membunuh para pencuri yang telah berani menyamar dan berkedok sebagai raja dan penguasa”
(Bhaktivedanta Swami, 1978).


17 komentar:

  1. Dalam Kalki Purana (2) : 4 disebutkan bahwa di rumah Visnuyash pemimpin kampung Sambala akan lahir Kalki Avtar

    Dalam Kalki Purana (2) : 5 disebutkan bahwa dia akan datang bersama para sahabatnya (4 orang sahabat) mengalahkan orang2x jahat

    Dalam Kalki Purana (2) : 7 disebutkan bahwa dia akan dijaga oleh malaikat di medan perang

    Dalam Kalki Purana (2) : 11 disebutkan bahwa dalam rumah Visnuyash dan dalam rumah Summati Kalki Autar akan lahir

    Dalam Kalki Purana (2) : 15 disebutkan bahwa dia akan lahir pada tanggal 12 bulan pertama Madhop

    penjelasan:
    Dirumah Visnuyash berarti dirumah pengikut Vishnu (pengikut Tuhan) sedangkan ayah dari nabi Muhammad adalah bernama Abdullah yg artinya adalah pengikut Allah (pengikut Tuhan). Orang Islam menyebut “Allah” sbg Tuhan, sedang orang Hindu menyebut “Vishnu” sbg Tuhan. Jadi di rumah Visnuyash adalah di rumah Abdullah.
    Summati dalam bahasa sansekerta artinya adalah orang yg sangat setia. Sedangkan ibunda nabi Muhammad adalah bernama Aminah yg dalam bahasa arab artinya juga orang yg setia.
    Sambala bahasa arabnya adalah tempat yg aman & damai. Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yg terkenal dg nama “Darul Aman” yaitu tempat yg aman & damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa nabi akan lahir diantara kepala suku di Makkah.
    Dilahirkan pada tanggal 12 di bulan pertama Madhop. Nabi Muhammad lahir pada tanggal 12 rabiul awal
    Sbg Amtim Rishi (resi terakhir). Nabi Muhammad adalah juga nabi terakhir dari deretan nabi2x yg dikirim Tuhan spt yg terdapat pada QS. Al- Ahzab : 40.
    Dia akan memperoleh bimbingan di atas gunung dan akan kembali lagi ke arah utara. Nabi Muhammad memperoleh wahyu pertamanya di gua Hira di Jabal Nur. Jabal Nur artinya Gunung Cahaya lalu kembali lagi ke Makkah.Disebutkan dalam Bhavisa Purana –> dalam Pratisarag Parv III, Khand 3, Adhyay 3, Shalokas 10 to 27 :
    “Aryadarma akan tampil di muka bumi ini. ‘Agama kebenaran’ akan memimpin dunia ini. Saya diutus oleh Isyparmatma. Dan pengikut saya adalah orang yg berada di lingkungan itu, yg kepalanya tidak dikucir, mereka akan memelihara jenggot dan akan mendengarkan wahyu, mereka akan mendengarkan panggilan sholat (adzan), mereka akan memakan apa saja kecuali daging babi, mereka tidak akan disucikan dg tanaman semak2x/umbi-umbian tapi mereka akan suci di medan perang. Meraka akan dipanggil “Musalaman” (perantara kedamaian).”

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kenapa awatara mesti mnyinggung agama islam, jangan pernah samakan agama kami dengan ajaran anda! Ajaran agama anda uda sering menghina agama laen! Belajar lah dulu kawan,jgn sok!

      Hapus
    2. Hey anda Anonim

      Jika anda tau bahwa ajaran islam itu diambil dari kitab kami agama hindu yakni Weda
      Jadi Jangan Asal Ngomong , Terimakasih
      Terpujilah Dewa Wisnu (SHW)

      Hapus
    3. agama hindu adalah yang tertua tentunya paling banyak makan asam garam , maka belajarlah dari yang tua.

      Hapus
  2. Dalam Atharvaveda book 20 Hymn 127 Shlokas 1-14 disebutkan tentang Kuntupsuktas yg mengisyaratkan bahwa nabi Muhammad akan terungkap kemudian.

    Mantra 1 mengatakan : ia akan disebut Narasangsa. “Nars” artinya orang, “sangsa” artinya “yg terpuji”. Jadi Narasangsa artinya : orang yg terpuji. Kata “Muhammad” dalam bahasa arab juga berarti : orang yg terpuji. Jadi Narasangsa dalam bahasa Sansekerta adalah identik dg Muhammad dalam bahasa arab. Jadi Narasangsa adalah figur yg sama dg nabi Muhammad. Ia akan disebut “Kaurama” yg bisa berarti : pangeran kedamaian, dan bisa berarti : orang yg pindah (hijrah). Nabi Muhammad adalah seorang pangeran kedamaian yg hijrah dari Makkah ke Madinah. Ia akan dilindungi dari musuh yg akan dikalahkannya yg berjumlah 60.090 orang. Jumlah itu adalah sebanyak penduduk Makkah pada masa Muhammad hidup yaitu sekitar 60.000 orang.

    Mantra 2 mengatakan : ia adalah resi yg naik unta. Ini berarti ia bukan seorang bangsawan India, karena dikatakan dalam Mansuriti(11) : 202 mengatakan bahwa Brahma tidak boleh menaiki unta atau keledai. Jadi tokoh ini jelas bukan dari golongan Brahmana (pendeta tinggi Hindu), tapi seorang asing.

    Mantra 3 mengatakan : ia adalah “Mama Rishi” atau resi agung. Ini cocok dg nabi agung umat Islam yaitu nabi Muhammad SAW.

    Mantra 4 mengatakan : ia adalah Washwereda (Rebb) artinya orang yg terpuji. Nabi Muhammad yg juga dipanggil dg nama Ahmad adalah berarti juga “orang yg terpuji” yg terjemahan bahasa Sansekerta-nya adalah Rebb.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang dimaksud disini kalki awatara itu akan muncul pada akhir zaman, koq nabi muhammad dah meninggal duluan trus dimana nyambungnya bro ???? ini kan belum akhir zaman, apa iya nabi muhammad itu akan bangkit lagi nanti pada akhir zaman ????

      Hapus
    2. gede darmika9 Maret 2014 09.08

      ini belum bisa dibuktikan, dengan membaca ini ada satu pesan yang bisa kita tangkap sebagai pegangan hidup yaitu jangan pernah meninggalkan dharma [kebenaran], dan jangan pernah jadikan nabi muhamad sebagai kedok agar jangan kalki awatra melebur anda.

      Hapus
    3. kalki awatara akan muncul di AKHIR jaman untuk melebur orang jahat yang ikut ajaran jahat yang di sebarkan oleh nabi palsu ( muhamad ) lihat aja ajarannya sok benar padahal kekerasan tok kurang manusiawi,, lihat pengikutnya sok benar dan akan masuk sorga,,,,,,trus sok tahu analisa ini itu smata tuk paksakan kebenarannya inilah akar kjahatan d masa akhir jaman yang akan d tumpas KALKI AVATAR, ..golongan ini yang akan d berhangus oleh beliau,,,lihat di mana ada islam disana tidak ada keadilan,,, lihat hukum di negara arab sangat tidak manusiawi,,, TUHAN tidak seperti alah yang ingin pengakuan dan cara sembahyang yang harus sama,,,,BARANG SIAPA YANG DATANG PADAKU DENGAN CARA BAGAIMANAPUN YANG PENTING TULUS DAN IKLAS AKU AKAN MENERIMANYA,,,,,itu baru tuhan,,,,kalau alah seperti yang d bilang si mamat,, adalah tuhan seperti DPR di indonesia snang d puji,,,yang benar adalah bahwa dulu sbl;um si mamad blum ngerti apa apa sblumnya dia dapat mndengar cerita kisah mahabarata dan mndengarkan isi WEDA,,,, terutama ksabda yang diata,,,trus timbul niatnya tuk mnghayal di gua bak seorang resi,,, trus dia bikin konsep sperti islam,,,,tapi wajar itu gak d bahas krna masalah intern agama,,, makanya dia bikin kiblat d mekah yang sjatinya kuil SIWA ADA LINGGA SIWANYA dan dia jga mncim lingga itu karena dia jga takut kualat...

      skali lagi inspirasi muhamad adalah bagawadgita.....

      mengnai KALKI AVATAR itu bukan mamad dia cuma berperang d sbagian dunia aja,,,

      sdangkan kalki akan berperang atau memperangi kejagatan d muka bumi ini ,,analisa saya adalah musuhnya yang terbesar adalah orang islam itu sendiri krna d mana ada islam mlailah kemanusiaan itu tidak d indakan apalagi dia akan mnguasai suatu ngara dia mnyerang ngara lain krna harus aau misi mengislamkan dunia....

      terakhir saya bilang sabar ya mas islam tunggu akhir jaman kalian akan dberangus dan kalian akan berkumpul fengan si mamad d neraka karena di dah menunggu kalian di sana dan akan slamnya mnjadi penghuni neraka,,

      ha ha ha ha

      Hapus
  3. ya... jaka sembung bawa golok !! nggak nyambung goblok !!
    Dasar orang Islam selalu cari alasan pembenaran. termasuk banyak Kuil di India yang diubah jadi Masjid ! termasul kuil taj mahal, dubah jadi masjid taj mahal !

    Jadi Dalam pembasana diatas, Kalki awatara akan turun sekitar 427.000 tahun yang akan datang yaitu akhir jaman kali !
    jadi nabi muhamad bukan Kalki awatara, yang lahir tahun 502 masehi yang dan sudah mati !! begitu brooooo !!

    BalasHapus
  4. Kondisi moral manusia semakin merosot sejak ajaran islam mulai menyebar.
    Mengaku ajaran paling benar dan paling suci. Qur'an anda anggap diturunkan langsung dari Tuhan semesta alam melalui malaikat Jibril, Baca lagi Qur'an anda dengan lebih teliti. Cukup banyak ayat yang perlu anda pertanyakan dalan konteks menuju kehidupan yang damai di dunia ini apalagi di akhirat. Ada ayat yang salah berhitung, berpotensi menimbulkan perselisihan...dsbnya

    BalasHapus
  5. janganlah saling menjelek2an agama lain,semua agama baik skarang tergantung orangnya dah baik blm,udah sling menghormati blm,atau jangan saling mengangu.kita hidup harus berdampingan,kt mahluk sosial,hidup pancasila dan bhineka tungal ika

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalo ajaran agama sudah berisi ajaran ayat" kebencian thd sesama manusia ciptaan Tuhan,bagaimana bisa dikatakan agama yg satu dgn agama yg lainnya dikatakan sama,paling tidak ajaran ygdianut akan berpengaruh pada tindak tanduk manusia yg menganut ajaran agamanya masing"..jadi jelas sekali akan terlihat karakter manusia penganut ajaran kebencian,kemunafikan (sesat),dan ajaran kebenaran sejati..

      Hapus
  6. Kalki Avatara itu adalah Satria Piningit atau Parakletos yang merupakan nabi akhir zaman

    BalasHapus
  7. Yaaa liatin aja nanti sapa yg salah

    BalasHapus
  8. Pada saatnya akan ketahuan sapa yg jd tukang maling.kekerasan yg ada diindonesia khususnya sapa plakunya.nanti pasti akan diadili sama allah

    BalasHapus